Guide
Checklist Open Trip Pertama yang Kepakai
Checklist open trip yang benar-benar kepakai di lapangan, plus daftar barang yang cuma bikin tas berat dan sebaiknya ditinggal di rumah.
3 menit baca
Checklist open trip yang beredar di internet biasanya disusun orang yang belum pernah membawanya naik. Isinya lengkap, tapi kalau semua dituruti tasmu berakhir dua belas kilogram untuk perjalanan dua hari.
Daftar di bawah ini disusun dari apa yang benar-benar dikeluarkan peserta kami di lapangan, dan apa yang tetap tersimpan rapi di dasar tas sampai pulang.
Isi checklist open trip yang hampir pasti kepakai
- Jaket tahan angin, bukan yang paling tebal. Angin yang membuat dingin, bukan suhunya
- Sepatu atau sandal gunung yang sudah pernah dipakai jalan jauh
- Powerbank 10.000 mAh. Satu cukup untuk dua hari, dan lebih dari itu cuma beban
- Obat pribadi, dititipkan juga sedikit ke teman serombongan
- Uang tunai pecahan kecil. Banyak warung di jalur belum menerima QRIS
- Kantong plastik untuk baju basah dan sampah sendiri
Yang biasanya cuma jadi beban
- Handuk besar. Handuk microfiber seperempat ukurannya dan kering dua kali lebih cepat
- Sepatu baru. Lecet di hari pertama merusak sisa perjalanan
- Kamera besar, kalau ternyata semua foto tetap diambil dari ponsel
- Air lebih dari dua liter di jalur yang punya sumber air
- Peralatan masak. Semua open trip kami sudah termasuk makan sesuai jadwal
Cara mengemas supaya tidak berantakan di jalan
Barang yang dibutuhkan mendadak - jas hujan, obat, senter kepala - ditaruh di lapisan paling atas atau di kantong luar. Menggeledah tas di dalam jip yang bergoyang pukul tiga pagi adalah cara tercepat menjatuhkan sesuatu.
Kelompokkan barang kecil ke dalam pouch terpisah: satu untuk alat mandi, satu untuk kabel dan powerbank, satu untuk obat. Kelihatannya berlebihan sampai kamu perlu mencari satu benda dalam gelap.
Yang berubah tergantung tujuannya
Checklist open trip ke gunung dan ke laut tidak sama. Untuk Bromo, Dieng, dan Ijen tambahkan sarung tangan tipis, kupluk, dan masker - suhu subuh di sana bisa turun ke lima derajat dan udara Ijen mengandung belerang.
Untuk Komodo, Karimunjawa, dan Raja Ampat, ganti dengan sunblock, baju renang, dry bag, dan obat anti mabuk laut yang diminum satu jam sebelum naik kapal, bukan setelah mual muncul.
Kalau masih ragu bawa atau tidak
Tanyakan di grup WhatsApp sebelum berangkat. Trip leader sudah melewati jalur itu puluhan kali dan tahu persis apa yang tersedia di sana. Pertanyaan seperti ini justru yang paling sering menyelamatkan orang dari membawa tas kelewat berat.
Grup dibuka seminggu sebelum keberangkatan, dan tidak ada pertanyaan yang dianggap terlalu sepele.
Berapa besar tas yang sebaiknya dibawa
Untuk open trip dua hari satu malam, tas 30-35 liter sudah lebih dari cukup. Untuk tiga hari di atas kapal, 40 liter. Tas yang lebih besar dari itu bukan membantu - ia justru mengundangmu mengisinya sampai penuh.
Satu tas kecil tambahan yang bisa dijinjing membantu banyak: isinya dompet, ponsel, powerbank, dan obat. Saat tas besar sudah masuk bagasi jip atau kabin kapal, kamu tetap pegang yang penting.
Checklist open trip untuk yang berangkat sendirian
Tambahkan tiga hal yang sering terlewat kalau tidak ada yang mengingatkan: salinan foto KTP di ponsel, nomor kontak darurat yang ditulis di kertas, dan uang tunai terpisah dari dompet utama.
Kertas terdengar kuno sampai ponselmu mati di titik yang tidak ada colokan. Trip leader kami selalu membawa powerbank cadangan, tapi mengandalkan itu bukan rencana yang baik.
Satu hal yang tidak ada di checklist mana pun
Ruang kosong di tas. Hampir semua orang pulang membawa lebih banyak daripada saat berangkat - oleh-oleh, baju kotor yang menggembung, sampah yang belum sempat dibuang. Tas yang berangkat penuh sesak akan pulang dengan resleting yang dipaksa.
