Berangkat

Guide

Cara Naik Gunung Tanpa Kedinginan: Tiga Lapis

Naik gunung tanpa kedinginan bukan soal jaket setebal apa, tapi soal lapisan. Ini susunan yang dipakai trip leader kami di Bromo, Dieng, dan Ijen.

3 menit baca

Suhu di Bromo, Dieng, dan Ijen menjelang subuh bisa turun ke lima derajat, dan anginnya membuatnya terasa lebih rendah lagi. Kunci naik gunung tanpa kedinginan bukan membawa jaket paling tebal - yang membuat orang menggigil semalaman biasanya salah lapisan, bukan kurang tebal.

Tiga lapis yang bekerja, bukan satu yang tebal

  • Lapisan dalam: kaus kering yang menyerap keringat. Katun yang basah adalah penyebab menggigil paling sering, dan ini yang paling banyak diabaikan
  • Lapisan tengah: fleece atau sweater. Inilah yang menahan panas tubuhmu
  • Lapisan luar: jaket tahan angin. Tidak perlu tebal, yang penting angin tidak tembus

Satu jaket tebal tanpa dua lapisan di bawahnya kalah jauh dari tiga lapisan tipis. Udara yang terperangkap antar lapisan itu yang menghangatkan, bukan bahan jaketnya.

Bagian tubuh yang paling sering terlupa

Panas tubuh paling banyak lepas dari kepala, leher, dan tangan. Kupluk, buff, dan sarung tangan tipis totalnya tidak sampai setengah kilogram, tapi efeknya lebih terasa daripada menambah satu jaket tebal ke dalam tas.

Kaus kaki cadangan juga wajib. Kaki yang basah kena embun akan terasa dingin sepanjang perjalanan turun, dan tidak ada cara memperbaikinya di tengah jalur.

Yang dilakukan sebelum subuh

Makan sesuatu yang hangat sebelum naik, walaupun belum lapar. Tubuh butuh bahan bakar untuk menghasilkan panas, dan perut kosong di suhu rendah adalah kombinasi yang membuat orang lemas di tengah jalur.

Hindari langsung berjalan cepat begitu turun dari jip. Keringat yang keluar di lima menit pertama akan mendingin dan justru membuat kedinginan satu jam kemudian.

Naik gunung tanpa kedinginan di jalur tertentu

Di Ijen tambahkan masker atau respirator - asap belerangnya nyata dan bukan sekadar bau. Di Dieng, kabut bisa turun mendadak sehingga jarak pandang tinggal beberapa meter; jaket berwarna terang membantu rombongan saling melihat.

Di Bromo, sebagian besar waktu dingin justru dihabiskan menunggu di titik pandang, bukan berjalan. Bawa satu lapis ekstra yang bisa dipakai saat berhenti dan dilepas saat mulai bergerak.

Kalau perlengkapanmu belum lengkap

Tidak perlu membeli semuanya sekaligus. Jaket dan sarung tangan bisa disewa di banyak titik keberangkatan, dan trip leader kami bisa menunjukkan tempatnya. Yang tidak bisa disewa dan harus kamu bawa sendiri cuma kaus kaki kering dan obat pribadi.

Kesalahan yang membuat lapisan jadi tidak berguna

Memakai semua lapisan sejak awal adalah kesalahan paling umum. Kamu berkeringat di setengah jam pertama, lapisan dalam basah, dan sisa malamnya kamu kedinginan dengan jaket lengkap di badan.

Aturannya sederhana: berangkat dengan perasaan sedikit dingin. Kalau kamu merasa nyaman saat mulai berjalan, artinya kamu memakai satu lapis terlalu banyak.

Yang perlu disiapkan sehari sebelumnya

Tidur cukup jauh lebih menentukan daripada perlengkapan. Tubuh yang kurang tidur menghasilkan panas lebih sedikit, dan itu sebabnya orang yang begadang sebelum berangkat hampir selalu paling menderita di jalur.

Minum air yang cukup sejak siang sebelumnya. Dehidrasi ringan membuat tubuh terasa jauh lebih dingin dari suhu sebenarnya, dan di ketinggian orang cenderung lupa minum.

Kalau kedinginan sudah telanjur

Bergerak, jangan diam. Berjalan pelan di tempat selama beberapa menit menghasilkan panas jauh lebih cepat daripada menambah lapisan di atas tubuh yang sudah dingin.

Minuman hangat membantu, tapi hindari kopi berlebihan - ia melebarkan pembuluh di kulit dan justru mempercepat panas tubuh lepas. Teh manis atau cokelat lebih baik di situasi itu.